Pages

Keutamaan Belajar Dan Mengajar Al-Qur’an




A. Keutamaan Belajar Al-Qur’an
1.      Aktivitas belajar Al-qur’an merupakan aktivitas yang positif yang di berikan apresiasi luar biasa oleh Rosululloh.
2.      Orang-orang yang  mahir dalam membaca  Al-qur’an akan berkumpul bersama malaikat yang mulia-mulia dan baik, sedang orang yang membaca Al-qur’an secara gagap dan susah, maka baginya dua pahala
3.      Di Indonesia sendiri dalam SKB mentri agama bahwa perlunya usaha penigkatan kemampuan baca tulis Al-qur’an bagi umat islam dalam rangka penigkatan penghayatan dan pengamalan Al-qur’an dalam kehidupan sehari-hari

B. Keutamaan Mengajar Al-qur’an
1.      Rosululloh bersabda “Sebaik-baiknya orang ialah yang belajar Al-qur’an dan mengajarkannya
2.      Mengajarkan satu ayat Al-qur’an lebih baik dari sholat 100 rakaat
3.      Mengajarkan Al-qur’an merupakan kegiatan yang mulia karena menjadi bagian dari upaya meladani karakter Allah SWT.
4.      Nilai kemuliaan dan keluhuran mengajarkan Al-qur’an juga terlihat dari misi utama nan suci Rosululloh SAW seperti membacakan ayat-ayat Alloh atau mengajarkan kepada manusia
5.      Hukum mengajarkan Al-qur’an kepada umat bearti yaitu fardhu kifayah
6.      Merupakan amal jariah yaitu amal yang terus mengalir pahalanya meski seseorang yang melakukannya telah meninggal

C. Keutamaan Membaca Al-qur’an
1.      Membaca Al-qur’an merupakan satu kemuliaan yang di berkati Alloh SWT
2.      Al-qur’an bagi kaum muslimin dikala susah maupun senang, ia adalah ibadah utama untuk dipersembahkan kepada Alloh SWT
3.      Membaca Al-qur’an ia benar-benar melangkah naik menuju derajat kenabian dan kedua sisinya hanya saja tidak di berikan wahyu
Adapun nilai keuntungan dari  membaca Al-qur’an adalah
1.      Pahala, satu huruf dalam Al-qur’an dinilai satu kebaikan yang terus berlipat-lipat
2.      Membaca Al-qur’an merupakan terapi jiwa yang gundah
3.      Memberikan syafaat, disaat manusia diliputi kegelisahan di hari kiamat
4.      Menjadi Nur (cahaya) di dunia dan akhirat
5.      Malaikat akan turun dan memberikan rahmat dan ketenangan

      D. Keutamaan Tadarus dan Menyimak Al-qur’an
        Tadarus adalah kegiatan qiro’ah sebagian orang atas sebagian yang lain sambil membetulkan lafal-lafalnya, menyimak tampak lebih sederhana sekedar membaca dan menyimak tanpa satu kajian untuk mengungkap isi kandungannya ajaran islam memberkan penghargaan yang luar biasa terhadap tadarus dan menyimak Al-qur’an yaitu di antaranya :
1.      Peserta tadarus merupakan tamu Alloh SWT
2.      Akan di bangga-banggakan oleh Alloh di kalangan penduduk langit
3.      Hati dan jiwa mereka akan selalu diliputi ketentraman karena hawa kasih sayang yang
dihembuskan para malaikat

E. Seruan Mendidik Anak Membaca Al-qur’an
1.      Pendidikan Al-qur’an adalah pendidikan paling mulia yang dapat di berikan orang tua
2.      Mendidik Al-qur’an merupakan kewajiban dan hak anak
3.      Masa anak-anak adalah masa pembentukan watak yang ideal dan pendidikan Al-qur’an harus di berikan pada masa ini agar nilai-nilai kitab suci Al-qur’an tertanam dan bersemi dalam jiwanya kelak
4.      Pendidikan Al-qur’an bertujuan mengarahkan anak-anak berkeyakinan atau setidak-tidaknya mengenal bahwa sesungguhnya Alloh SWT itu tuhannya dan Al-qur’an ini adalah kalamnya

F. Ajaran Mendidik Anak Menulis Al-qur’an
        Rosululloh menekankan pentingnya mendidik anak menulis huruf-huruf Al-qur’an. Anak diharapkan memiliki kemampuan menulis aksara Al-qur’an dengan baik dan benar atau setidak-tidaknya dengan cara menyalin dari mushhaf. Pada wahyu kedua yang diturunkan adalah surat Al-qalam. Pada ayat pertaman surat itu tergambar pentingnya qalam (alat tulis dan cetak) berikut kegiatan tulis menulis. Pada wahyu pertamapun yaitu surat al-alaq ayat 1-5, juga tersirat seruan untuk menggalahkan tradisi tulis menulis. Mendidik anak menulis Al-qur’an juga menjadi hak anak yang wajib ditunaikan orang tuanya

G. Tradisi Kutbah Zaman Dulu
        Kutbah yaitu suatu tempat yang difungsikan untuk memberikan pelajaran membaca dan menulis Al-qur’an bagi anak-anak. Kutbah ada sejak sebelum datangnya islam, ketika islam datang orang-orang yang banyak mengajar membaca dan menulis di kitab adalah kaum kafir deimmi.


       H. Metode bergaul anak, guru dan sesama teman
          Ada beberapa pola pergaulan aspek pendidikan Al-qur’an khususnya guru dan anak yaitu
Menyayangi Kecil
Menyayangi anak ialah mengajari anak, sesuai jenjang dan kapasitas kemampuan anak, tidak membebani anak dengan muatan di luar kemampuannya.
Guru Al-qur’an hendaknya menjadi pendidik yang robbani yaitu pendidik mengajarkan ilmu kepada muridnya di mulai dari ilmu-ilmu yang ringan hingga kemudian ilmu-ilmu yang berat
Menghormati Yang Lebih Tua
Anak harus memosisikan guru ditempatnya yang terhormat, ia tidak boleh menghina, mengejek ataupun bergurau dan membuat gaduh didepannya bertatakrama yang baik, ia juga harus tunduk, patuh dan mendengarkan ucapan guru serta bersikap sopan.



Tenpunya

Unknown

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

No comments: